Kekurangan Tenaga Pendidik, Ini Alasan Presiden Jokowi Jadikan Guru P3K Sebagai PNS

Tribunberita.site -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken Peraturan Presiden Nomor 98 tahun 2020 tentang gaji dan Tunjangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). 

Alhasil para tenaga pendidik yang berstatus PPPK (P3K) bisa mendapatkan tunjangan yang sama dengan PNS.

Baca juga ; CAIR LOGIN SEKARANG! Simpatika Kemenag & Siagapendis Cek Penerima BSU BLT Guru Honorer Kemenag Rp 1,8 Juta

"Saya ingin guru-guru kita yang berstatus P3K memiliki gaji dan tunjangan setara dengan PNS yang lain," kata Jokowi dalam acara sambutan Hari Guru Nasional dan HUT ke 75 PGRI, dalam YouTube Sekretariat Presiden.

Jokowi juga telah menginstruksikan pemerintah daerah untuk berkoordinasi dan berkolaborasi untuk rekrutmen seleksi guru mulai 2021 dalam jumlah yang besar. 

Baca juga ; Kabar Gembira! BKN Segera Terbitkan Surat Penetapan NIP Untuk Honorer

Pemerintah menyadari ketercukupan jumlah guru yang harus dihadapi keberadaanya, seperti guru honorer yang jumlahnya sangat besar dan sangat membantu keberlangsungan pendidikan.

"Oleh karena itu percepatan penambahan guru melalui rekrutmen P3K, yang sama berstatus seperti ASN dengan kesejahteraan dan karirnya seperti PNS," ujar Jokowi.

Baca juga ; Mulai Januari Insentif Guru Honorer Rp1 Juta Per bulan

Dia menyebutkan terkait gaji dan tunjangan P3K bisa setara dengan PNS bisa berdampak signifikan untuk kesejahteraan guru dan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) akan dijadikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh Presiden Joko Widodo.

Baca juga ; CEK DISINI LANGSUNG CAIR! Link Resmi simpatika.kemenag.go.id Cek Penerima BSU Guru Honorer Kemenag

Hal itu disampaikan Kepala Negara saat memberikan sambutan dalam acara perayaan Hari Guru Nasional dan HUT ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden.

"Saya sudah menginstruksikan kementerian lembaga terkait untuk berkoordinasi dan berkolaborasi melakukan rekruitmen seleksi guru ASN dengan status P3K mulai tahun 2021 dengan jumlah yang besar," ujar Jokowi.

Baca juga ; Penjelasan Kepala BKN Soal Honorer K2 Dan NonKategori, Lengkap! 

Mantan Wali Kota Solo ini menyadari, perananan Guru P3K atau Guru Honorer sangat besar terhadap dunia pendidikan di Indonesia. 

Namun, mengenai gaji dan tunjangannya masih lebih kecil dari PNS pada umummya.

Baca juga ; Kebijakan Baru! Umur 50+ Tahun Juga Bisa Jadi P3K, Ini Syarat & Cara Daftar, tanpa Kuota

Selain karena itu, Jokowi juga menjadikan kurangnya jumlah guru di Indonesia sebagai satu alasan lain, untuk supaya Guru P3K bisa menjadi Guru berstatus PNS.

"tidak semua yang akan memenuhi syarat untuk menjadi PNS, karena memang usianya melampaui usai yang ditentukan oleh undang-undang. 

Baca juga ; Kabar Gembira! Seleksi Guru PPPK Mendikbud Prioritaskan Guru Honorer yang Sudah Lama Mengabdi dan Linier

Oleh karena itu, percepatan penambahan guru yang paling cepat adalah dengan rekruitmen guru dengan ststaus P3K, yang sama-sama berstatus ASN," ungkapnya.

"Saya berharap hal ini akan berdampak signifikan kepada kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan kita," demikian Jokowi.

Adapun untuk melegitimasi hal ini, Jokowi telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpes) 98/2020 tentang Gaji dan Tunjangan P3K. 

Di mana, isi dari beleid tersebut mengatur tentang hak guru yang berstatus P3K akan menerima gaji dan tunjangan yang setara dengan PNS. 

Demikian info yang dapat kami sampaikan. Tetap kunjungi situs kami untuk mendapatkan berita updater terbaru di TRIBUNBERITA.SITE

0 Response to "Kekurangan Tenaga Pendidik, Ini Alasan Presiden Jokowi Jadikan Guru P3K Sebagai PNS"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel